Keanekaragamanhayati pada kedua hewan tersebut menunjukkan a. keanekaragaman gen yang terbentuk karena perbedaan gen dari hasil perkawinan dua induknya b. keanekaragaman gen karena merupakan variasi spesies yang terbentuk akibat per- 111 Pet bedaan warna kulit keanekaragaman jenis karena merupakan variasi yang terdapat pada berbagai spesies
32.8 Menjelaskan pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia di berbagai bidang 3.2.9 Mengkaitkan penurunan keanekaragaman hayati terhadap keseimbangan ekosistem 3.2.10 Menjelaskan upaya-upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia 4.2.2. Membuat usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia Petunjuk Kerja : 1.
Keanekaragamanhayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup. Keanekaragaman dari makhluk hiudp dapat terjadi karena adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tesktur, penampilan dan sifat. Baca juga: Krisis Keanekaragaman Hayati Ada Sejak Jutaan Tahun Lalu, Penyebabnya Manusia. Dalam keanekaragaman hayati dibagi beberapa tingkatan
Contohkeanekaragaman hayati yang terdapat di Papua adalah :Keanekaragaman hayati mamalia darat Papua mencapai 174 jenis (sekitar 100jenis endemik), yang mana sepertiganya merupakan hewan berkantung, hewan pengerat, dan sepertiganya kelelawar. Selain itu ada representasi dari mamalia bertelur, yaitu Echidna.
Keanekaragamanhayati pada kedua hewan tersebut menunjukan.. A. Keaneka ragaman gen yang terbentuk karena perbedaan gen dari hasil perkawinan dua induknya. B. Keanekaragaman gen karena merupakan variasi spesies yang terbenetuk akibat perbedan warna kulitnya
Pembahasan Kedua Burung Tersebut Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat Jenis Karena Gambar burung pada huruf A adalah Jalak suren (Sturnus contra) dan burung pada huruf B adalah jalak putih (Sturnus melanopterus) keduanya termasuk dalam keanekaragaman tingkat jenis, karena adanya variasi berbeda pada tingkat spesies tetapi memiliki genus dan
Pembahasan Kedua Hewan Pada Gambar Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat Gambar burung pada huruf A adalah Jalak suren (Sturnus contra) dan burung pada huruf B adalah jalak putih (Sturnus melanopterus) keduanya termasuk dalam keanekaragaman tingkat jenis, karena adanya variasi berbeda pada tingkat spesies tetapi memiliki genus dan famili yang sama.
TingkatKeanekaragaman Hayati Pada Biologi. Dari sekian banyak organisme yang menghuni bumi, tidak ada sepasang pun yang benar-benar sama untuk segala hal. Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa di alam raya dijumpai keanekaragaman makhluk hidup atau disebut juga keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah
Tingkatanmakhluk hidup dalam keanekaragaman hayati, ini terdiri atas tingkatan ekosistem, tingkatan jenis, dan tingkatan gen. Manusia memiliki peranan dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan sandang, pangan, papan, dan obat-obatan. C. ALAT DAN BAHAN Alat :
Perhatikangambar hewan berikut! Keanekaragaman hayati pada kedua hewan tersebut menunjukkan . keanekaragaman gen yang terbentuk karena perbedaan gen dari hasil perkawinan dua induknya. keanekaragaman gen karena merupakan variasi spesies yang terbentuk akibat perbedaan warna kulit. keanekaragaman jenis karena merupakan variasi yang terdapat
fnA6K. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah variasi dan variabilitas kehidupan di Bumi. Keanekaragaman hayati biasanya merupakan ukuran variasi pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem.[1] Biodiversitas daratan terestrial biasanya lebih besar di sekitar khatulistiwa,[2] akibat iklim yang hangat dan produktivitas primer aliran energi yang tinggi.[3] Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di Bumi, dan paling bervariasi di daerah tropis.[4] Meskipun ekosistem hutan tropis hanya mencakup 10 persen dari permukaan Bumi, tapi ekosistem ini memiliki sekitar 90 persen spesies yang ada di dunia.[5] Keanekaragaman hayati laut biasanya tertinggi di sepanjang pantai Samudra Pasifik bagian barat, tempat suhu permukaan laut paling tinggi, dan di pita lintang tengah di semua lautan. Keanekaragaman spesies juga dipengaruhi gradien lintang.[6] Keanekaragaman hayati umumnya cenderung mengelompok di titik panas,[7] dan telah meningkat seiring waktu,[8][9] tetapi kemungkinan akan melambat di masa depan.[10] Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang paling beragam. Hutan hujan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Ini adalah Sungai Gambia di Taman Nasional Niokolo-Koba, Senegal. Perubahan lingkungan yang cepat biasanya menyebabkan kepunahan massal.[11][12][13] Lebih dari 99,9 persen dari semua spesies yang pernah hidup di Bumi, yang berjumlah lebih dari lima miliar spesies,[14] diperkirakan telah punah.[15][16] Perkiraan jumlah spesies Bumi saat ini berkisar antara 10 juta hingga 14 juta;[17] sekitar 1,2 juta spesies telah dicatat, tetapi lebih dari 86 persen di antaranya belum dideskripsikan.[18] Pada Mei 2016, para ilmuwan melaporkan bahwa diperkirakan ada 1 triliun spesies yang berada di Bumi saat ini, dan hanya seperseribu dari satu persen yang telah dideskripsikan.[19] Jumlah total pasangan basa DNA di Bumi diperkirakan 5,0 x 1037 dengan berat 50 miliar ton.[20] Sebagai perbandingan, total massa biosfer diperkirakan sebanyak 4 TtC triliun ton karbon.[21] Pada Juli 2016, para ilmuwan mengidentifikasi satu set yang terdiri atas 355 gen dari leluhur universal terakhir LUCA dari semua organisme yang hidup di Bumi.[22] Usia Bumi diperkirakan sekitar 4,54 miliar tahun.[23][24][25] Bukti yang tak terbantahkan tentang awal kehidupan di Bumi paling tidak berasal dari 3,5 miliar tahun yang lalu,[26][27][28] yaitu selama era Eoarkean setelah kerak geologis mulai mengeras, setelah sebelumnya meleleh pada eon Hadean. Ada fosil tikar mikrob yang ditemukan di batupasir berumur 3,48 miliar tahun di Australia Barat.[29][30][31] Bukti fisik awal lain dari zat biogenik adalah grafit pada batuan metasedimentari berumur 3,7 miliar tahun yang ditemukan di Greenland Barat.[32] Pada tahun 2015, "sisa-sisa kehidupan biotik" ditemukan di batuan berumur 4,1 miliar tahun di Australia bagian barat.[33][34] Menurut salah satu peneliti, "Jika kehidupan muncul relatif cepat di Bumi .. maka ia bisa menjadi hal yang umum di alam semesta."[33] Sejak kehidupan dimulai di Bumi, lima kepunahan massal besar dan beberapa peristiwa kecil telah menurunkan keanekaragaman hayati secara besar dan mendadak. Eon Fanerozoikum 540 juta tahun terakhir ditandai dengan pertumbuhan keanekaragaman hayati yang cepat melalui letusan Kambrium, sebuah periode ketika mayoritas filum organisme multiseluler pertama kali muncul.[35] Selama 400 juta tahun berikutnya terjadi beberapa kali kepunahan massal, yaitu hilangnya keanekaragaman hayati secara besar-besaran. Pada periode Karbon, hancurnya hutan hujan menyebabkan hilangnya kehidupan tumbuhan dan hewan.[36] Peristiwa kepunahan Perm–Trias yang berlangsung 251 juta tahun lalu merupakan kepunahan terburuk; organisme vertebrata memerlukan waktu 30 juta tahun untuk kembali pulih dari peristiwa ini.[37] Kepunahan terakhir, yaitu peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen yang terjadi 65 juta tahun lalu, lebih menarik perhatian dibandingkan peristiwa kepunahan lainnya karena mengakibatkan kepunahan dinosaurus non-avian.[38] Sejak munculnya manusia, pengurangan keanekaragaman hayati dan hilangnya keanekaragaman genetik terus berlangsung. Peristiwa ini dinamakan kepunahan Holosen, yaitu pengurangan yang terutama diakibatkan oleh manusia, terutama penghancuran habitat.[39] Sebaliknya, keanekaragaman hayati memberi pengaruh positif terhadap kesehatan manusia melalui berbagai cara, walaupun beberapa dampak negatifnya sedang dipelajari.[40] Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB menetapkan periode tahun 2011–2020 sebagai Dekade Keanekaragaman Hayati PBB,[41] dan periode 2021–2030 sebagai Dekade Restorasi Ekosistem PBB.[42] Menurut Laporan Penilaian Global tentang Keanekaragaman Hayati dan Layanan Ekosistem pada tahun 2019 oleh IPBES, 25% spesies tumbuhan dan hewan terancam punah akibat aktivitas manusia.[43][44][45]
- Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keberagaman makhluk hidup yang terjadi karena adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah tekstur, penampilan, dan sifat-sifat lainnya. Keanekaragaman makhluk hidup ini dapat terlihat dari persamaan ciri antara makhluk hidup. Misalnya, ada tumbuhan yang berbatang tinggi, seperti pohon palem, pohon mangga, pohon beringin, pohon kelapa, dan ada juga pohon berbatang rendah, seperti pohon cabai, tomat, dan lain-lain. Kemudian, ada hewan-hewan berbulu dan ada hewan bersisik, ada hewan yang bergerak dengan berjalan dan ada yang berenang. Keanekaragaman hayati tingkat gen Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar atau keragaman bentuk, rasa, warna dan pada buah mangga disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Baca juga Keanekaragaman Hayati Indonesia OR-IPH BRIN Terus Berupaya Ungkap dan Manfaatkan BiodiversitySemua makhluk hidup dalam satu spesies atau jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen adalah bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk kepada keturunannya. Pada setiap individu, gen, meski perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda, bergantung pada masing-masing induk. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. Penyebab terjadinya keanekaragaman gen Perkawinan antara dua individu yang sejenis merupakan salah satu penyebab keanekaragaman tingkat gen. Baca juga Jenis-jenis Tumbuhan yang Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat Gen
- Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Indonesia terletak di daerah tropis, ini menyebabkan memiliki tingkat curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang subtropis iklim sedang dan kutub iklim kutub.Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia. Dalam buku Melestarikan Indonesia 2008 karya Jatna Supriatna, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai "mega diversity" jenis hayati dan merupakan "mega center" keanekaragaman hayati dunia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati sebanding dengan Brazil yang mempunyai daratan lebih dari lima kali juga Tingkat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati Indonesia yang jumlahnya sangat tinggi, baru sekitar spesies tumbuhan, spesies hewan, dan 100 spesies jasad renik yang telah diketahui potensinya dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Memiliki keunikan Dilansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, keanekaragaman hayati Indonesia memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan negara lain. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik penyebaran terbatas.