10 Membuat anggaran dana untuk usaha. Mempunyai gaji 10 juta memang terlihat begitu banyak dan lebih dari UMK di setiap daerah di Indonesia. Maka dari itu penting bagi kamu membuat anggaran untuk membuka dan menjalankan sebuah usaha. Usaha yang dimulai dari kecil ini bisa membawa manfaat yang cukup banyak. Kemudianjangan lupa untuk membayar gaji karyawan tepat waktu, karena merekalah yang menggerakan usaha kamu. Kesampingkan dulu hal lain apabila kamu kesulitan membayarkan tagihan bisnis dan gaji karyawan. 7. Minimalisasir Segala Pengeluaran. Usahakan untuk meminimalisir segala pengeluaran, apalagi pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan. Kolomini akan menghitung semua potongan gaji dari masing - masing karyawan yang telah kita hitung total gaji kotornya. Untuk rumus kedalam sheet Absensi silakan tinggal menghubungkan sesuai dengan cell pada sheet Absensi. Dalam artikel tersebut terdapat cara menghitung potongan - potongan gaji serta menghitung PPH Pasal 21 untuk karyawan. April17th, 2019 - Gaji karyawan dihitung dengan cara gaji pokok ditambah tunjangan dikurangi pajak 3 Pajak yang berlaku di perusahaan tersebut adalah 10 dari gaji pokok sebelum ditambah tunjangan 4 Tunjangan yang didapat dari perusahaan adalah 20 5 kalau flowchart untuk menghitung perubahan tanda yang terjadi dari n data Flow Chart Menghitung CaraMenghitung Gaji Karyawan Usaha Kecil 1 Bulan Penuh Banyak cara metode penghitungan gaji karyawan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) Dan pastinya sebagai pemilik bisnis kita harus perhatikan juga jangan sampai pembayaran gaji bisa mengganggu cashflow rutin usaha yang bisa mengakibatkan kehancuran usaha Satu yang pasti adalah gaji harus. Biayaoperasional angkringan juga terhitung kecil. Selain itu cara menjalankannya tidak sulit dan tak harus menuntut keahlian khusus. Jika kita sudah yakin dengan prospek atau peluang usaha angkringan, kita bisa mulai menghitung secara kasar kebutuhan biaya dan perkiraan omsetnya. Katakanlah untuk gaji karyawan kita mengeluarkan biaya Modaloperasional berkaitan dengan proses jalannya perusahaan mencakup pembayaran gaji karyawan hingga pembayaran listrik. Contoh: Gaji karyawan per hari Rp30 ribu, listrik per hari Rp30 ribu, subtotal asset Rp60 ribu. Rumus Menghitung Modal Usaha. Terdapat empat rumus yang bisa Anda gunakan untuk menentukan modal awal usaha, yaitu: 1. DownloadFile PDF Tabel Gaji Karyawan Swasta menjadi paling tinggi 35% dalam UU HPP. Bukan hanya itu, bracket atau layer Pajak Penghasilan Orang Pribadi juga mengalami perubahan. Lebih jelasnya, Klikpajak by Mekari akan mengulas secara lengkap perubahan regulasi Pajak Penghasilan Pribadi, tarif PPh 21, perhitungan PPh 21 dan cara lapor. Saya : "Bu, kalau Ibu sebagai bendahara sekolah swasta Banyakcara metode penghitungan gaji karyawan untuk usaha kecil menengah (ukm). Sebelum melakukan rekruitmen, sebaiknya pelaku usaha kecil memahami peraturan dan tata cara dalam merekrut karyawan. Maka dari itu, perlu adanya usaha mendapatkan penghasilan tambahan. BagiAnda seorang pemilik usaha, tentu gaji menjadi hal yang perlu Anda perhatikan. Terlebih, jika perusahaan Anda mempunyai banyak karyawan. Anda harus Ya, ada variabel tertentu dalam cara menghitung gaji karyawan, khususnya dalam menentukan gaji pokok. Bila Anda gagal merencanakan pembayaran gaji, Anda berpeluang gagal bayar gaji karyawan ks632hw. Sebagai pengelola usaha kecil, tentu Anda harus cermat dan teliti agar usaha Anda maju dan berkembang. Menghitung gaji karyawan usaha kecil memang mempunyai metode tersendiri. Tentu saja perhitungannya berbeda dengan perusahaan yang sudah besar. Usaha kecil biasanya juga mempunyai omset rata-rata di bawah 100 juta per bulannya. Selain itu, jumlah karyawan yang bekerja juga tidak banyak. Nah, bagaimana cara menentukan gaji karyawan pada usaha kecil? Secara umum, perhitungan gaji karyawan pada usaha kecil itu menggunakan 3 metode. Yaitu perhitungan berdasarkan pada omset usaha, perhitungan berdasarkan jumlah hari kerja dan berdasarkan jam kerja. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan lengkapnya sebagai berikut. Cara Menghitung Gaji Karyawan Usaha Kecil Pemerintah memberikan panduan dalam menentukan gaji usaha kecil dan menegah melalui Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang besaran Upah minimum provinsi UMP dan Upah minimum Kabupaten/Kota UMK. Peraturan tersebut juga membahas mengenai usaha kecil dan menengah. Untuk usaha dengan skala yang kecil, Pemerintah memberikan kelonggaran dalam besaran Gaji. Usaha Mikro Kecil dan Menegah UMKM bisa memberikan gaji kepada karyawan paling sedikit 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat setempat. Dengan kata lain, untuk melakukan perhitungan gaji karyawan usaha kecil tersebut, Anda perlu mengetahui besaran rata-rata konsumsi masyarakat. Sebagai contoh, Jika usaha Anda berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Rata-rata konsumsi masyarakat di Sleman sebesar Rp per bulannya. Gaji karyawan minimal per bulannya adalah per bulan. Perhitungan tersebut bisa Anda jadikan sebagai pedoman untuk menentukan estimasi biaya karyawan usaha kecil. Nah, bagaimana cara menghitung gaji karyawan dengan tepat? berikut penjelasan lengkapnya. Cara Menentukan Gaji Karyawan Pada Usaha Kecil Berdasarkan Omset UMKM umumnya mempunyai omset berkisar Rp 100 juta hingga 1 miliar per tahunnya. Namun demikian, besaran gaji pada masing-masing usaha itu berbeda-beda omsetnya. Hal tersebut karena ada perbedaan penjualan, kondisi perusahaan dan faktor lainnya. Lalu, berapa persen porsi gaji karyawan usaha kecil dari total keseluruhan omset? Dalam hal ini, para ahli memberikan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengemukakan sebesar 15%, 20%, maupun 30% dari omset. Tentu saja, pelaku usaha bisa menentukan besarannya berdasarkan pada kondisi masing-masing perusahaan dengan kisaran 15% – 30% dari omset usaha. Para ahli tersebut juga sepakat bahwa porsi gaji karyawan tidak boleh lebih dari 30%. Hal tersebut jika tetap dilakukan akan menimbulkan masalah pada kelancaran usaha Anda. Sebagai contoh, Anda mempunyai usaha produksi makanan ringan dengan omset Rp 20 juta setiap bulannya. Kemudian, anda menetapkan porsi gaji dari total omset 20%. Dengan kata lain, porsi gaji atau biaya tenaga kerjanya adalah Rp 4 juta per bulan. Biaya tersebut bisa anda alokasikan untuk membayar karyawan. Anda bisa mempekerjakan 2-3 karyawan untuk mendukung usaha Anda tersebut. Jika anda juga terlibat dalam bisnis tersebut, Anda juga masuk dalam perhitungan tersebut. Misalnya, anda merekrut dua karyawan. Anda bisa memberikan gaji kepada mereka maksimal Rp 2 juta per bulannya. Jika ternyata pada pelaksanaannya, Anda membutuhkan karyawan lebih, sementara untuk biaya beban tenaga kerja sebesar Rp 4 juta per bulan tidak cukup. Anda bisa menggunakan persentase 30% dari total omset, atau Rp 6 juta per bulannya. Asalkan tidak lebih dari 30% dari total omset. Apakah ada pajak penghasilan untuk gaji karyawan pada usaha kecil? Berdasarkan pada Peraturan Dirjen Pajak tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi, ada klasifikasi penerima upah yang terkena pajak. Jika penerima upah menerima gaji bulanan lebih dari per bulan, karyawan tersebut berkewajiban membayar pajak penghasilan progresif. Sementara itu, jika penghasilan karyawan di bawah per bulan, maka tidak berkewajiban membayar pajak. Hal ini sesuai dengan pasal 21 peraturan Dirjen Pajak. Cara Menentukan Gaji Karyawan pada Usaha Kecil berdasarkan Jumlah Hari Kerja Selain menentukan gaji karyawan berdasarkan pada omset, usaha kecil juga bisa menentukan gaji berdasarkan pada jumlah hari kerja. Metode penggajian seperti ini memang direkomendasikan untuk UMKM. Hal tersebut karena akan memudahkan pelaku usaha untuk memberikan gaji secara proporsional. Metode ini menggunakan patokan jumlah hari masuk kerja dengan rumus sederhana sebagai berikut. =Jumlah Hari Kerja/ Jumlah hari sebulan X besaran gaji satu bulan. Misalnya, Bu Indarti bekerja di usaha pengolahan makanan ringan di tempat Anda. Biasanya dia mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 2 juta rupiah per bulan dengan jumlah hari kerja per bulan 25 hari. Nah, pada bulan Juli 2022. Karena ada suatu hal, dia harus izin dan bisa efektif masuk kerja selama 20 hari pada bulan tersebut. Maka berapa gaji yang akan diberikan kepada Bu Indarti? Maka kita bisa menggunakan rumus di atas untuk mendapatkan besaran gajinya. =20/25 X Rp = Rp Cukup mudah bukan? Ya, perhitungan gaji berdasarkan hari masuk kerja memang lebih mudah dan lebih sederhana. Namun ada juga usaha kecil yang menerapkan sistem gaji harian. Dalam kesepakatan awal antara pekerja dengan pelaku usaha. Misalnya, perhitungan gaji per hari Rp 90 ribu. Dengan kata lain, jika dalam satu bulan hanya masuk 20 hari, maka dia mendapatkan gaji Rp. per bulannya. Cara Menentukan Gaji Karyawan pada Usaha Kecil berdasarkan Jumlah Jam Kerja Menentukan gaji karyawan berdasarkan pada jam kerja juga bisa menjadi alternatif. Untuk perhitungannya, menghitung gaji berdasarkan pada jam kerja memang lebih kompleks daripada berdasarkan hari kerja. Sederhananya, upah per jam bisa didapatkan dengan dibagi 173. Untuk lebih jelasnya, berikut rumus perhitungannya Upah per Jam = 1/173 X Gaji sebulan Masih menggunakan contoh yang sama. Misalnya, Bu Indarti bekerja selama 6 hari dalam seminggu dengan gaji bulanan sebesar Rp 2 juta rupiah. Nah, berapa gaji prorata per jam Ibu Indarti? Berikut perhitungannya. Upah Prorata Bu Indarti per Jam = 1/173 X Rp. = Rp Setelah mengetahui upah per jam, Anda bisa mencari besaran gaji prorata. Bu Indarti masuk kerja sejumlah 20 hari pada bulan Juli 2022. Rincian jam kerja setiap minggunya adalah bekerja 8 jam setiap hari. Jadi perhitungannya adalah =20 hari x 8 jam x Rp11. 560 = Rp per bulannya. Jadi, gaji Bu Indarti untuk bulan Juli adalah Rp Gaji tersebut bisa dibulatkan ke atas atau ke bawah sesuai dengan kebijakan kantor. Itulah perhitungan gaji menggunakan metode prorata berdasarkan jam kerja. Baca juga Gaji Karyawan tambang batubara Kaltim PT Kaltim Prima Coal 2022 Penutup Ada banyak pilihan cara menentukan gaji karyawan usaha kecil yang bisa Anda pilih. Dalam artikel ini penulis menyajikan 3 cara. Yaitu dengan berdasarkan omset, berdasarkan jumlah hari dan jumlah jam. Mana yang terbaik? Tentu saja, itu kembali pada kebijakan serta kemampuan usaha yang Anda jalankan. Ketiga cara tersebut memudahkan Anda dalam menghitung gaji karyawan pada usaha kecil. Mampu menghitung biaya gaji karyawan yang tepat akan meningkatkan profit dan bisnis Anda akan berkembang secara masif. Sehingga Anda bisa meningkatkan penjualan, dan membersarkan bisnis Anda jangka panjang. Gaji merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan karyawan. Ya, karyawan mendapatkan gaji setelah mereka bekerja sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerja. Pengusaha membayar gaji kepada karyawan secara berkala, biasanya setiap bulan sekali. Namun terkadang yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara menghitung gaji karyawan usaha kecil? Mengingat usaha kecil, atau UMKM, mendapatkan laba yang belum begitu besar. Hingga saat ini, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai mekanisme gaji pada skala usaha kecil. Bagaimana pengusaha bisa survive menjalankan usaha yang baru berkembang. Sementara mereka harus melakukan pengeluaran rutin berupa gaji karyawan. Bagaimana cara menentukan gaji karyawan? Nah, dalam kesempatan ini, kami akan mengulas tuntas perhitungan gaji karyawan pada usaha kecil. Cara Menghitung Gaji Karyawan Usaha Kecil Penentuan besaran gaji untuk karyawan sebenarnya sudah ada payung hukumnya, yaitu Undang-undang No. 11 Tahun 2020. Peraturan tersebut menetapkan gaji berdasarkan satuan waktu dan atau satuan hasil. Bukan lagi berdasarkan pada bulanan atau harian semata. Dengan kata lain, perhitungan gaji ada yang berdasarkan pada mekanisme per jam. Penetapan gaji per jam ini memang dikhususkan untuk buruh yang bekerja part time. Besaran upah tersebut berdasarkan antara pengusaha dengan pekerja. Namun sayangnya, tidak semua pengusaha menerapkan ketetapan pemerintah tersebut. Ada pengusaha yang memberikan gaji lebih rendah dari ketetapan. Hal ini bertujuan agar bisa menekan biaya produksi. Namun konsekuensinya, karyawan banyak yang keluar masuk karena rendahnya payroll yang mereka terima. Di sisi lainnya, ada perusahaan yang memberikan gaji lebih tinggi daripada peraturan pemerintah. Pengusaha berasumsi dengan memberikan besaran tersebut mempunyai harapan agar kinerja karyawannya meningkat dan lebih loyal. Namun dengan model penggajian seperti itu, tidak sedikit usaha kecil yang tumbang karena cash flow perusahaan yang tidak seimbang. Baca juga Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset. Bisnis Bertumbuh Kesalahan fatal dalam perhitungan gaji karyawan Cara menghitung gaji yang tidak tepat bisa berakibat fatal pada perusahaan. Selain kelebihan dan kekurangan memberikan gaji kepada karyawannya, ada beberapa kesalahan fatal dalam perhitungan gaji karyawan. Di antaranya adalah sebagai berikut Tidak Menerapkan Peraturan Tenaga Kerja Terkini Pemerintah sudah memberikan peraturan terkait dengan perhitungan upah ini. Bahkan setiap tahun, ada peraturan pemerintah terbaru yang berkaitan dengan perhitungan ini. Namun terkadang tidak semua perusahaan, termasuk usaha kecil, tidak menyesuaikan gaji mereka dengan peraturan terbaru. Akhirnya, pekerja ada yang protes hingga langsung mengundurkan diri. Beberapa yang lain mungkin akan mengalami penurunan kinerja mengingat tidak adanya kenaikan upah yang sesuai dengan harapan mereka. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, penting adanya sosialisasi peraturan terbaru dengan pekerja. Kalaupun perusahaan belum bisa melakukan penyesuaian upah, ada win-win solution antara perusahaan dengan pekerja. Salah Mengoperasikan Aplikasi Penggajian Dalam perhitungan gaji karyawan, perusahaan biasanya menggunakan aplikasi penggajian, baik hanya sekedar spreadsheet excel maupun aplikasi berbasis komputer. Jika bagian keuangan belum memahami dengan baik penggunaan aplikasi tersebut, maka bisa berakibat fatal pada sistem penggajian karyawan. Gaji karyawan menjadi tidak sesuai dengan kinerja dan jam kerja. Tentu saja jika ini terjadi, perusahaan akan mendapatkan protes keras dari karyawannya yang berujung pada mogok masal. Tidak Mencatat Jam Kerja Lembur Untuk mengejar produksi, perusahaan sering mengharuskan karyawannya untuk mengambil jam lembur. Jika jam kerja normal mulai dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Maka jam lembur ini setiap karyawan berbeda-beda durasinya. Ada yang mengambil lembur 3 jam per hari, ada yang hanya 2 jam. Bagian keuangan harus tahu secara pasti total lemburan karyawan setiap minggu atau bulannya. Jangan sampai ada jam lembur yang tidak terhitung karena ini akan berakibat fatal pada kinerja karyawan ke depannya. Untuk meminimalisir kesalahan fatal dalam perhitungan gaji karyawan tersebut, perusahaan harus memperkerjakan admin khusus. Admin tersebut akan mencatat semua kegiatan karyawan hingga masalah penggajiannya. Selain itu, untuk memudahkan kerja admin, pastikan pengusaha melengkapi dengan aplikasi penggajian yang mudah dalam penerapannya. Mengapa Perlu Menghitung Gaji Karyawan Ada beberapa alasan mengapa perusahaan perlu menghitung gaji karyawannya dengan tepat. Coba Anda bayangkan bagaimana jika perusahaan melakukan kesalahan perhitungan gaji kepada karyawannya. Mungkin jika hanya sekali atau dua kali, itu karena human error. Namun jika berkali-kali terjadi, maka itu akan berdampak fatal kepada perusahaan. Berikut adalah alasan mengapa perusahaan perlu menghitung upah karyawannya dengan tepat Menjaga keuangan perusahaan Salah satu pengeluaran terbesar dalam perusahaan adalah untuk menggaji karyawannya. Jika perusahaan salah melakukan perhitungan gaji ini, maka bisa berakibat buruk. Jika pengeluaran untuk gaji terlalu tinggi, maka bisa berdampak pada cash flow keuangan perusahaan secara menyeluruh. Tentu saja, dampak terburuknya adalah pengurangan karyawan hingga perusahaannya collapse. Sementara, jika perusahaan memberikan gaji yang rendah, maka tidak menutup kemungkinan adanya pengunduran diri karyawan. Ini bisa mempengaruhi produktivitas perusahaan dan berdampak buruk pada klien-klien perusahaan. Oleh karena itu, perlu adanya formula khusus terkait gaji karyawan ini agar semuanya bisa berjalan seiring bersama. Memberikan keadilan bagi karyawan Karyawan satu dengan yang lainnya mungkin berbeda besaran gajinya. Hal tersebut karena posisi jabatan yang berbeda, pengalaman atau jam kerjanya. Ada karyawan yang mengambil lembur, tentu total gajinya akan berbeda dengan karyawan yang tidak lembur. Begitu juga dengan libur atau cuti, tentu saja gajinya berbeda dengan karyawan yang masuk penuh. Itu belum pada tunjangan, bonus dan yang lainnya. Setiap karyawan mungkin besaran gajinya berbeda-beda. Maka dari itu, perusahaan perlu cara menghitung gaji karyawan yang tepat. Hal itu untuk menghadirkan keadilan antar karyawan. Kinerja karyawan yang rajin berdampak juga pada gaji yang akan mereka dapatkan dan sebaliknya. Bahan Laporan Keuangan Alasan lainnya mengapa harus melakukan perhitungan gaji karyawan secara tepat untuk mendukung bahan laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini yang akan menjadi acuan utama untuk mengambil kebijakan perusahaan. Seperti Apakah akan menaikkan upah karyawan atau tidak Akankah perusahaan memberikan tunjangan karyawan atau tidak Termasuk pedomana bagi penambahan atau pengurangan karyawan. Menghitung Gaji Karyawan Usaha Kecil Cara menghitung gaji karyawan usaha kecil umumnya berdasarkan pada omset perusahaan. Pemerintah melalui PP No 36 Tahun 2021 juga telah memberikan peraturan terkait dengan upah minimal perusahaan, yakni berupa Upah minimum provinsi UMP atau Upah Mininum Kabupaten/Kota UMK. Namun khusus untuk usaha kecil, pemerintah memberikan pengecualian berupa keringanan terkait batas upah minimal. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk usaha kecil memberikan upah minimal paling sedikit 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat konsumsi. Misalnya jika rata-rata konsumsi provinsi Jawa Tengah di angka Rp maka upah minimum yang harus mereka bayar sedikitnya Rp Bagaimana cara menghitung gaji pokok karyawan untuk usaha kecil? Berapa persen ideal gaji karyawan dari keuntungan? Yang menjadi tolak ukur adalah omset perusahaan masing-masing. Besaran gajinya berbeda-beda antara usaha satu dengan yang lainnya. Hal ini karena omset setiap perusahaan pun juga bervariasi. Namun umumnya, omset UMKM itu antara 100 juta hingga 1 miliar rupiah per tahunnya. Para ahli berbeda pendapat antara persentase pengeluaran beban gaji. Ada yang 15%, 20% hingga 30% dari omset yang didapatkan. Namun banyak yang sepakat bahwa persentase gaji karyawan tidak lebih dari 30% dari total omset. Sebagai contoh, perusahaan Anda mempunyai omset Rp. per bulan dan menggunakan persentase 20%. Maka beban tenaga kerja yang harus Anda keluarkan Rp. per bulan. Biaya tenaga kerja tersebut yang bisa Anda alokasikan sesuai dengan kebutuhan karyawan yang Anda butuhkan. Misalnya usaha Anda bergerak dalam produksi roti dan Anda terlibat dalam usaha tersebut. itu berarti Anda juga berhak mendapatkan gaji dari alokasi beban tenaga kerja tersebut. Misalnya Anda ingin menggaji diri Anda sendiri sebesar Rp. per bulan. Masih ada sisa alokasi beban gaji sebesar Rp Jika Anda berniat menggaji karyawan Anda sebesar Rp. per bulan. Maka jumlah karyawan yang bisa Anda rekrut maksimal 4 orang. Apakah gaji karyawan usaha kecil terkena pajak penghasilan? Berdasarkan pada Peraturan Dirjen Pajak tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi, ada klasifikasi penerima upah yang terkena pajak. Jika penerima upah menerima gaji bulanan lebih dari per bulan, karyawan tersebut berkewajiban membayar pajak penghasilan progresif. Sementara itu, jika penghasilan karyawan di bawah per bulan, maka tidak berkewajiban membayar pajak. Hal ini sesuai dengan pasal 21 peraturan Dirjen Pajak. Berdasarkan pada peraturan di atas, pelaku UMKM atau usaha kecil mendapatkan banyak keringanan. Baik itu dari batasan upah minimum yang tidak harus mengikuti standard Provinsi atau Kabupaten/Kota maupun pajak penghasilan. Omset bulanan UMKM yang di kisaran 50 juta hingga 100 juta juga memudahkan perhitungan gaji karyawannya. Hal tersebut karena besaran gaji karyawannya di bawah batas minimal terkenal pajak penghasilan, per bulan. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang Anda kelola semakin berkembang. Statusnya naik dari usaha kecil menjadi usaha menengah, bahkan usaha besar. Gaji karyawan per bulan pun juga melampaui batas minimal gaji terkena pajak. Maka perhitungan gaji akan mulai merepotkan. Belum lagi ada tambahan tunjangan lainnya yang membuat perhitungan harus tepat. Tentu saja untuk mengatasi hal ini, Anda perlu membentuk divisi baru yang bertugas mengurusi payroll karyawan termasuk jam kerja, tunjangan dan potongan gaji. Untuk memudahkan perhitungan gaji karyawan, maka Anda bisa menggunakan bantuan aplikasi penggajian yang banyak beredar. Aplikasi penggajian tersebut akan memudahkan Anda dalam menghitung gaji karyawan secara detail sekalipun dalam jumlah yang banyak. Anda juga bisa menggunakan spreadsheet untuk usaha kecil yang baru berkembang. Anda bisa mempelajari formula untuk melakukan perhitungan gaji dan keuangan secara umum. setelah berkembang dan perhitungan gaji semakin kompleks, maka bisa beralih ke aplikasi penggajian sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Kesimpulan Cara menghitung gaji karyawan usaha kecil sebenarnya sederhana, yakni tidak lebih dari 30% total omset perusahaan. Namun perhitungan gaji itu akan menjadi rumit jika Anda karyawan yang lembur, tidak masuk maupun cuti. Maka Anda memerlukan perhitungan yang tepat agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap perusahaan Anda. Bukan hanya itu, memahami metode penggajian yang baik dan benar akan mengantarkan Anda pada kesuksesan membangun usaha dan sukses dalam jangka Panjang. Setiap orang yang bekerja terdapat ketentuan mengenai waktu kerja. Jika berlebihan, maka waktu tambahan tersebut merupakan waktu lembur. Untuk itu, menarik mengetahui cara menghitung lembur per jam. Setiap pengusaha diwajibkan melaksanakan ketentuan waktu kerja berdasarkan hari kerja. Jika pengusaha menetapkan 6 hari kerja, maka waktu kerjanya yakni 40 jam dalam satu minggu dan 7 jam per hari. Kemudian apabila pengusaha menentukan 5 hari kerja dalam satu minggu, maka waktu kerjanya adalah 8 jam per hari dan 40 jam per minggu. Ilustrasi, lembur Freepik Ketentuan Penghitungan Upah Lembur Cara menghitung lembur per jam ditetapkan dalam Pasal 77 dan 78 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan UU No. 13/2003 juncto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang UU No. 6/2023. Aturan tersebut memuat waktu kerja dan waktu lembur. Upah kerja lembur merupakan salah satu dari 11 kebijakan pengupahan. Kebijakan pengupahan tersebut bertujuan untuk melindungi para pekerja atau buruh untuk memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pengusaha yang mengadakan jam kerja untuk lembur, wajib memperoleh persetujuan pekerja atau buruh yang bersangkutan. Masa lembur hanya dapat dilakukan maksimal 3 jam dalam satu hari dan 14 jam dalam satu minggu. Jika pengusaha melebihi ketentuan waktu kerja yang ideal, maka pengusaha wajib membayar gaji kerja lembur. Waktu kerja lembur tidak berlaku bagi sektor usaha atau ketentuan tertentu yang ditetapkan dan diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama. Kemudian jika pengusaha mempekerjakan pekerja atau buruh yang melakukan pekerjaan di hari libur resmi, maka pengusaha itu wajib membayar upah kerja lembur. Pasalnya, hari libur resmi merupakan hak libur bagi karyawan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penghitungan upah kerja lembur berdasarkan besaran upah bulanan. Untuk menghitung upah satu jam yakni 1/173 kali upah dalam sebulan. Terdapat ketentuan dalam cara menghitung lembur per jam berkaitan dengan besaran gaji. Jika dalam upah yang diterima per bulan itu termasuk upah pokok dan tunjangan tetap, maka dasar perhitungan upah kerja lembur adalah 100% dari upah keseluruhan. Jika komponen upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, dan jika upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75% keseluruhan upah, maka perhitungan upah kerja lembur sama dengan 75% dari keseluruhan upah. Kemudian, ketentuan cara menghitung lembur per jam berikutnya yakni apabila upah dalam satu bulan itu lebih sedikit daripada upah minimum yang berlaku, maka dasar perhitungan upah kerja lembur adalah upah minimum yang berlaku. Ketentuan upah minimum ini sesuai dengan domisili perusahaan. Ilustrasi, lembur Freepik Cara Menghitung Lembur per Jam Upah kerja lembur diatur secara lebih rinci dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Berikut ini cara menghitung lembur per jam selengkapnya 1. Jika karyawan melaksanakan jam kerja lembur pertama, maka karyawan tersebut memperoleh 1,5 kali upah satu jam. 2. Jika karyawan melaksanakan jam kerja lembur untuk jam berikutnya, maka sebesar 2 kali upah satu jam. 3. Jika kerja lembur dilakukan di ahri istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi dalam jangka waktu 6 hari kerja dan 40 jam seminggu, maka ketentuannya yakni sebagai berikut a. Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam pertama hingga jam ketujuh, maka ia dibayar 2 kali upah satu Kemudian jika karyawan melakukan kerja lembur jam kedelapan, maka ia dibayar 3 kali upah satu Berikutnya, jika karyawan melakukan kerja lembur jam kesepuluh dan sebelas, maka ia dibayar 4 kali upah satu jam. 4. Jika hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek, maka penghitungannya sebagai berikut a. Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam pertama hingga jam kelima, maka ia memperoleh 2 kali upah dalam satu Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam keenam, maka ia dibayar 3 kali upah dalam satu Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam ketujuh, maka ia dibayar 4 kali upah dalam satu jam. 5. Jika kerja lembur tersebut dilakukan di hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 hari kerja dan 40 jam satu minggu, maka ketentuannya yakni a. Jika karyawan bekerja lembur pada jam pertama hingga jam kedelapan, maka ia dibayar 2 kali upah dalam satu Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam kesembilan, maka ia dibayar 3 kali upah dalam satu Jika karyawan melakukan kerja lembur pada jam kesepuluh, kesebelas, dan kedua belas, maka ia dibayar 4 kali upah dalam satu jam. Demikian penjelasan mengenai cara menghitung lembur per jam berdasarkan besaran upah yang diterima karyawan. Selanjutnya dapat diketahui, upah waktu lembur merupakan hak karyawan yang ditetapkan dan wajib dipenuhi perusahaan dalam kondisi di atas.